Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

NYAMAN ITU..........

     Setelah lulus kuliah hampir setengah tahun aku menjadi pengacara alias pengangguran banyak acara, terasa bosan hidupku yang tidak memiliki kegiatan yang tidak rutin meskipun ada pekerjaan sampingan tetap saja aku merasakan ‘hidup kok gini-gini aja’. Beberapa kali aku mencoba melamar di perusahaan dan institusi sekolah namun jawabannya semuanya sama ‘tunggu saja dulu yah’ aku menunggu dan terus menunggu mencoba bersabar, berdoa dan terus berikhtiar tapi tetap saja hati ini begitu gelisah, mulai merasakan ketidaknyamanan, dalam hatiku berkata ‘mau sampai kapan hidup membebani orangtua?. Alhamdulillah aku memiliki orangtua yang begitu bijak, terus menyemangati putrinya yang suka berkeluh kesah, mereka terus mengatakan ‘sabar nak, Allah sudah menyiapkan hal yang indah untukmu’ begitu tenang hati ini setiapkali mendengarkan nasihat yang begitu menyejukkan dari kedua orangtuaku. Beberapa hari kemudian ada seseorang dari bagian HRD yang memintaku untuk datang interview ke salah satu sek

Berhijrah Salah Satu Wujud Cintaku KepadaMu

Bismillahirrohmanirrohim..... Entah harus darimana aku memulai ceritaku ini, aku selalu meneteskan air mata ketika aku ingin mewujudkan niatku untu berhijrah, berhijrah untuk mengenakan hijab yang sesuai dengan tuntunanNya berhijrah untuk menjadi muslimah yang  Dia inginkan. Sampai detik ini aku tidak pernah menyangka bahwa aku memiliki niat untuk berhijrah, bahkan dalam hidupku aku belum pernah berpikiran untuk mengenakan hijab syar’i  aku hanya kagum kepada para muslimah yang mengenakan hijab yang menjulur sampai menutupi dada mereka dan terkadang aku berpikir “apakah aku pantas mengenakan hijab seperti itu?” pemikiran yang sempit yah :’( Pekan lalu ada seorang siswiku di Jingga yang menanyakan tentang salah satu ibu guru yang ketika sholat dhuha tidak mengenakan mukena “bu kenapa ibu guru itu gak pake mukena, padahal kan ketika kita sholat harus tertutup” lalu aku menjawab bahwa ibu guru itu sudah mengenakan hijab sampai pergelangan tangannya tertutupi sehingga tidak diperm

KAPTEN CILIK

Begitu uniknya Jingga sehingga untuk kesekian kalinya aku terinspirasi untuk membuat tulisan tentang salah satu teman kecilku di Jingga. Aku menjulukinya ‘Kapten Cilik’ yap dari julukkannya saja sudah dapat dibayangkan kalau dia adalah sosok seseorang yang mampu memimpin teman-teman di kelasnya. Teman kecilku ini  selalu berdebat denganku dan sedikit keras kepala sehingga terkadang aku harus ‘memutar otak’ agar dia dapat menuruti arahan yang kuberikan. Ada saja alasannya ketika teman kecilku ini kuarahkan untuk melaksanakan tugas piket kelas, dia terkadang suka ‘menghilang’ atau ‘mampir’ di kelas lain untuk menghindari tugas piket kelas. Sudah beberapa hari ini aku menerapkan sebuah poin untuk setiap anak kelas 3 yang berhasil melaksanakan tugas dengan baik akan kuberikan satu poin setiap harinya dan trik ini cukup jitu untuk menangani ‘Kapten Cilik’ yang agak  keras kepala perlahan dia mulai menuruti arahanku untuk menyelesaikan tugasnya terutama tugas piket kelas haha. Kapten Cilik

6 Pendekar yang Aktif, Kritis dan Penurut

Sudah sebulan aku berada di Jingga dan sudah sebulan pula aku menemani teman-teman kecilku yang super aktif di SD 3 Jingga. Pertama kali ku bertemu terlihat bahwa mereka sama seperti anak-anak kecil pada umumnya namun seperti kata pepatah ‘tak kenal maka tak sayang’ yaa itu baru penglihatan ku saja bahwa mereka sama seperti anak-anak biasa pada umumnya mungkin ketika mereka tidak sedang bersama mereka seperti anak-anak biasa pada umumnya tetapi ketika mereka sudah saling berjumpa di kelas 3 mereka sangat sekali aktif berlarian dan berbicara tiada henti. Aku menjuluki mereka '6 Pendekar' karena mereka terdiri dari 6 orang laki-laki yang hobi sekali bermain perang-perangan haha. Hari itu di kelas 3 ketika aku selesai memberikan materi tentang perkalian jarimatika, mereka langsung meminta izin kepadaku “bu boleh main yah, kan sudah selesai” karena sudah selesai aku langsung mengijinkannya tetapi dengan satu syarat tidak mengganggu kelas lain yang sedang belajar. Benar saja mereka

PUTRI TERCANTIK DI SD3

Alhamdulillah akhirnya aku memulai lagi untuk berbagi cerita di blog ini setelah hampir 2 tahun vacum dari dunia blog :) Aku sangat bersyukur dapat bergabung dengan keluarga Sekolah Alam Jingga Lifeschool, yap sekolah alam sekolah yang berbeda dengan sekolah umum lainnya, sekolah yang tidak ada dinding sebagai sekat pemisah kelas yang satu dengan lainnya. Siswa/siswi di Jingga dapat langsung berbaur dengan teman-teman dikelas lain ketika jam istirahat tanpa harus keluar dari pintu kelas mereka.  Aku diberi amanah untuk menjadi 'teman' di kelas SD3, pertama kali aku masuk di kelas ini ada hal unik yaitu jumlah siswa putranya sangat dominan dibanding siswa putrinya yaitu 6:1, 6 putra vs 1 putri. Satu-satunya putri itu adalah Yumna 'Putri Tercantik' di SD3 seringkali Yumna ini dijahili oleh keenam teman laki-laki di SD3, mungkin karena Yumna ini satu-satunya putri di kelas sehingga mereka seringkali berkomplot untuk menjahili Yumna. Aku baru mengenal Yumna masih dala