Langsung ke konten utama

NAIK TINGKAT

 Bismillahirrahmanirrahim..

Alhamdulillah setelah berbulan bulan masak hanya menggunakan garam dan kaldu sebagai bumbu untuk masakan yang ku hidangkan akhirnya sedikit demi sedikit masak untuk suami sudah mulai bisa menggunakan bawang dan beberapa rempah, akhirnya bisa naik tingkat. Semenjak suami dinyatakan terkena GERD aku harus men-cut beberapa bumbu dapur yang bisa memicu asam lambung menjadi naik. Kalau sudah kambuh MasyaAllah sekali penanganannya pun harus ekstra sabar, sehingga sebisa mungkin harus benar-benar di jaga sekali untuk pola makan suamiku ini.

Beberapa waktu kemarin aku mencoba membuat Chicken Hainan untuk suami, bumbu utama Chicken Hainan adalah jahe dan bawang putih. Selama suami terkena GERD setiap kali memasak menggunakan jahe dan bawang putih pasti tak lama kemudian kambuh dan bisa bikin sesak sehingga aku harus skip masakan kalau bumbunya terdapat jahe dan bawang putih. Karena sudah cukup lama dan ritme kambuhnya pun mulai jarang, akhirnya ku coba untuk sedikit demi sedikit memasukan jahe dan bawang putih disetiap masakan dan Alhamdulillah GERD suami tidak kambuh dan suami pun approved .


Chicken Hainan yang ku buat ini disajikan dengan rebusan kentang dan wortel karena kami sudah skip nasi untuk dijadikan menu sarapan. Alhamdulillah suami approved dan yang paling ku syukuri adalah tidak kambuh GERD nya, karena jujur memasak makanan untuk seseorang yang sakit itu cukup sulit, berkali-kali aku harus mencari subtitusi bumbu yang aman dan tidak membuat asam lambungnya naik ketika mengonsumsi makanan yang ku masak. Jadi ketika ada salah 1 menu yang kubuat itu nyaman dan aman di perut suami, bersyukurnya berkali-kali lipat. 

Berikut resep Chicken Hainan 



Waktu memasak Chicken Hainan kurang lebih 1 jam, agak lama karena harus merebus dahulu supaya keluar kaldunya dan bisa direbus berbarengan dengan kentang serta wortel supaya rasanya tidak terlalu hambar.  

Semoga bermanfaat ya dan bisa menambah list menu masakan untuk dirumah sebagai santapan untuk keluarga tercinta.  




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gluten Free Pancake

Bismillahirrahmanirrahim Siapa yang disini sangat bahagia sekali kalau menemukan resep yang sesuai untuk masakan yang kita buat. Menemukan resep yang pas itu tidak cukup sekali percobaan saja tapi butuh berkali-kali uji coba. Entah adonan yang dibuat terlalu encer,  kurang air atau malah ketika semua adonannya sudah siap untuk diolah ternyata ketika memasaknya gosong haha ternyata masak tuh struggle sekali yah tetapi don't give up ya dan selalu optimis kalau masakan kita InsyaAllah bisa berhasil dan akhirnya dipuji puji sama suami, bonusnya bisa dikasih tambahan dana belanja 😁 Alhamdulillah. Nah kali ini aku akan berbagi resep menu andalanku kalau sudah bingung mau masak apa, tampilannya sederhana tetapi bisa mengenyangkan sekali ketika menyantapnya. Aku mau berbagi tentang resep pembuatan pancake , resep pancake yang aseli nya itu rata-rata menggunakan baking powder dan tepung terigu tetapi karena suami tidak bisa mengonsumsi pengembang dan tepung terigu aku menggantinya deng...

6 Pendekar yang Aktif, Kritis dan Penurut

Sudah sebulan aku berada di Jingga dan sudah sebulan pula aku menemani teman-teman kecilku yang super aktif di SD 3 Jingga. Pertama kali ku bertemu terlihat bahwa mereka sama seperti anak-anak kecil pada umumnya namun seperti kata pepatah ‘tak kenal maka tak sayang’ yaa itu baru penglihatan ku saja bahwa mereka sama seperti anak-anak biasa pada umumnya mungkin ketika mereka tidak sedang bersama mereka seperti anak-anak biasa pada umumnya tetapi ketika mereka sudah saling berjumpa di kelas 3 mereka sangat sekali aktif berlarian dan berbicara tiada henti. Aku menjuluki mereka '6 Pendekar' karena mereka terdiri dari 6 orang laki-laki yang hobi sekali bermain perang-perangan haha. Hari itu di kelas 3 ketika aku selesai memberikan materi tentang perkalian jarimatika, mereka langsung meminta izin kepadaku “bu boleh main yah, kan sudah selesai” karena sudah selesai aku langsung mengijinkannya tetapi dengan satu syarat tidak mengganggu kelas lain yang sedang belajar. Benar saja mereka...

NYAMAN ITU..........

     Setelah lulus kuliah hampir setengah tahun aku menjadi pengacara alias pengangguran banyak acara, terasa bosan hidupku yang tidak memiliki kegiatan yang tidak rutin meskipun ada pekerjaan sampingan tetap saja aku merasakan ‘hidup kok gini-gini aja’. Beberapa kali aku mencoba melamar di perusahaan dan institusi sekolah namun jawabannya semuanya sama ‘tunggu saja dulu yah’ aku menunggu dan terus menunggu mencoba bersabar, berdoa dan terus berikhtiar tapi tetap saja hati ini begitu gelisah, mulai merasakan ketidaknyamanan, dalam hatiku berkata ‘mau sampai kapan hidup membebani orangtua?. Alhamdulillah aku memiliki orangtua yang begitu bijak, terus menyemangati putrinya yang suka berkeluh kesah, mereka terus mengatakan ‘sabar nak, Allah sudah menyiapkan hal yang indah untukmu’ begitu tenang hati ini setiapkali mendengarkan nasihat yang begitu menyejukkan dari kedua orangtuaku. Beberapa hari kemudian ada seseorang dari bagian HRD yang memintaku untuk datang interview ke ...